Buka Muktamar Literasi Santri 2026, Menko Pangan Zulhas Dorong Santri Kritis, Inovatif, dan Mandiri Pangan

oleh Geofani Eko Priyantama

Buka Muktamar Literasi Santri 2026, Menko Pangan Zulhas Dorong Santri Kritis, Inovatif, dan Mandiri Pangan
Penulis
Geofani Eko Priyantama
Tanggal Publikasi
29 August 2026
Waktu Membaca
3 min

Jombang, 28 Agustus 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menghadiri sekaligus membuka rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026 yang diselenggarakan Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) di SMK Kreatif Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kehadiran Menko Pangan disambut Koordinator Nasional AIS Nusantara, Ulinnuha Lazulfaa, yang menjadi salah satu pengampu utama Muktamar Literasi Santri 2026. Kegiatan ini mempertemukan santri, pengelola media pesantren, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat dalam ruang diskusi mengenai literasi, teknologi, lingkungan, dan kemandirian pesantren.

Sebelum memasuki agenda utama, Zulkifli Hasan menyempatkan diri berkeliling kawasan bazar yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Ia menyapa sejumlah tenant, melihat produk yang ditawarkan, serta membeli beberapa produk dari pelaku usaha yang mengikuti bazar.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kunjungannya di tengah keramaian Muktamar. Interaksi berlangsung langsung bersama masyarakat, santri, dan para pelaku usaha yang hadir di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Sesi podcast AIS Nusantara, Ulinnuha Lazulfa (Koornas AISNU) bersama Zulkifli Hasan (Menko Bidang Pangan RI) Foto: Ais Nusantara

Dalam pembukaan Muktamar Literasi Santri, Zulkifli Hasan mengajak santri untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis atau critical thinking melalui tradisi diskusi dan belajar di lingkungan pesantren.

Menurutnya, santri juga perlu memiliki kemampuan literasi teknologi agar mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat.

Ia turut menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren, khususnya dalam sektor pangan. Santri diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi pelaku yang terlibat dalam pengembangan potensi pangan di lingkungan pesantren.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada pesantren yang memiliki perhatian dan kontribusi dalam bidang lingkungan serta ketahanan pangan. Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong semakin banyak pesantren untuk mengembangkan gerakan kemandirian yang berkelanjutan.

Selepas agenda pembukaan, suasana berlangsung lebih cair ketika Zulkifli Hasan kembali berinteraksi dengan para santri dan masyarakat. Sebanyak 500 sarung dibagikan kepada peserta dan masyarakat yang berada di lokasi kegiatan.

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi podcast di stand AISNU. Dalam sesi tersebut, Zulkifli Hasan berbincang langsung bersama Koordinator Nasional AIS Nusantara, Ulinnuha Lazulfaa, yang menjadi podcaster. Dalam suasana yang lebih santai, pembicaraan mengangkat peran santri, pesantren, literasi, hingga berbagai peluang yang dapat dikembangkan generasi pesantren di tengah perubahan zaman.

Bagi AISNU, Muktamar Literasi Santri 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi intelektual pesantren dengan berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat. Di bawah koordinasi Ulinnuha Lazulfaa bersama jajaran AISNU, literasi tidak hanya ditempatkan sebagai kemampuan membaca informasi, tetapi juga kemampuan santri dalam membaca persoalan, berpikir kritis, melahirkan gagasan, serta mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Muktamar Literasi Santri menjadi bagian dari ikhtiar AISNU untuk memperkuat kapasitas santri dan pesantren dalam berbagai bidang, mulai dari literasi digital, ekonomi, hukum, budaya, kesehatan dan lingkungan hidup, hingga politik dan kebangsaan.


🔗 Bagikan Artikel Ini